Perbedaan Metode Kualitatif Dan Metode Kuantitatif (Lengkap)

Loop.co.id – Disini kami akan memberikan penjelasan mengenai perbedaan Metode Kualitatif Dan Metode Kuantitatif secara lengkap atau mendetail. Maka dari itu silahkan simak artikel ini sampai selesai.

Sebagai seorang yang berkecimpung dengan dunia akademik, seorang ilmuan akan meneliti berbagai hal tentang satu pokok bahasan. Penelitian yang dijalankan biasanya akan berfokus pada satu inti masalah dengan batasan masalah tertentu.

Lingkungan dan variabel yang berhubungan dengan inti masalah akan dibatasi dan dikendalikan agar penelitian yang berlangsung bisa memberikan hasil yang tepat dan bisa diamati dengan akurat.

Mahasiswa adalah salah satu dari sekian banyaknya pekerjaan yang sering berhubungan dengan penelitian. Penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa biasanya berkaitan dengan skripsi yang dikerjakan di akhir masa perkuliahan. Dengan penelitian yang dikerjakan dengan rapi, mahasiswa tersebut bisa memberikan hasil akhir skripsi yang baik serta mendapatkan nilai yang juga baik.

Penelitian dan skripsi sering kali menggunakan dua metode utama, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Kedua metode ini berbeda, suatu inti masalah bisa diteliti dari dua metode yang berbeda ini.

Misalkan ada suatu masalah A, mahasiswa dan peneliti bisa memilih jalur metode kualitatif atau kuantitatif, tergantung dari masalah dan kebutuhan akan penyelesaian masalah tersebut. Mari simak mengenai metode kualitatif dan metode kuantitatif pada ulasan di bawah ini.

Metode Penelitian

Suatu penelitian membutuhkan banyak sekali hal yang harus diperhatikan. Format penulisan adalah yang paling utama. Setiap instansi memiliki format penulisan laporan penelitian yang berbeda – beda.

Hal ini terjadi karena setiap instansi memiliki standarnya sendiri – sendiri dalam membuat laporan. Sehingga ketika laporan tersebut dibaca oleh orang dari instansi yang sama, tidak akan terjadi salah paham dengan data dan informasi yang terkandung di dalamnya.

Pada format penulisan, terdapat beberapa syarat utama yang biasanya diterapkan oleh suatu instansi. Syarat – syarat tersebut biasanya meliputi jumlah gambar yang tercantum, jenis tabel, font huruf, jarak spasi, dan lain – lain.

Jika tidak mengikuti syarat yang sudah ditetapkan, biasanya mahasiswa disuruh memperbaiki bagian – bagian yang dirasa kurang pas dengan format yang ada. Hingga penulisan sudah sesuai dengan format, barulah laporan tersebut bisa diterima oleh instansi tersebut.

Penelitian yang baik adalah penelitian yang menggunakan segala aspek penulisan dan pemahaman pada level yang tinggi. Tidak dikerjakan sembarangan adalah salah satu syarat utama lainnya karena biasanya laporan pada suatu instansi adalah hal yang formal.

Baca Juga  Pengertian Perbedaan Row Column, Fungsi, & Posisinya di Excel

Selain format penulisan, aturan formal yang biasanya ditekankan pada suatu laporan adalah metode dalam penelitian tersebut. Tergantung dari instansinya, metode yang disarankan oleh instansi biasanya ada dua jenis, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Apa Itu Metode Kuantitatif?

Laporan penelitian biasanya memuat cara – cara yang digunakan saat melakukan penelitian tersebut. Salah satunya adalah metode kuantitatif. Secara sederhana, metode kuantitatif adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara “menghitung” beberapa data menggunakan cara – cara statistik dan lainnya. Pada metode ini, metode dan model statistik sangat berpengaruh pada hasil penelitian yang diperoleh.

Dengan bahasan yang lebih dalam lagi, penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah sistematis dengan memperhatikan suatu kejadian dari sisi hubungan yang memiliki sifat kausalitas. Kausalitas memiliki artian bahwa beberapa kejadian saling berhubungan satu sama lain dan saling mempengaruhi.

Penelitian kuantitatif bertujuan untuk mengembangkan dan menggunakan model matematis. Teori, hipotesis, dan fenomena alam juga digunakan pada metode ini karena dianggap sebagai hal yang berkaitan dengan masalah yang sedang diteliti.

Selain memperhatikan kejadian, data – data yang didapat pada objek masalah juga dihitung dan diukur menggunakan metode matematis. Oleh karena itu, banyak sekali orang yang menyebut metode kuantitatif sebagai metode “perhitungan”.

Karena memang banyak menggunakan sistem dan persamaan matematis untuk mengolah data yang ada. Meskipun dianggap sebagai metode matematis, metode kuantitatif sebenarnya banyak digunakan pada berbagai cabang ilmu pengetahuan.

Ilmu alam maupun ilmu sosial, keduanya bisa diteliti menggunakan metode kuantitatif, tidak hanya ilmu alam saja. Pendekatan melalui metode kuantitatif juga mampu memberikan informasi yang tidak bisa dilihat melalui mata kepala manusia. Bahkan, metode kuantitatif bisa digunakan untuk “memprediksi” berbagai kejadian yang akan datang, khususnya saat menggunakan metode statistik yang tepat.

Ciri-Ciri Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif memiliki ciri khas sendiri dalam mengolah data dan mengeluarkan informasi serta kesimpulan pada akhir laporan. Karena menggunakan data berupa angka, biasanya peneliti menggunakan beberapa cara yang berhubungan dengan angka statistik, contohnya menggunakan survei. Ciri – ciri metode kuantitatif adalah:

  1. Alat atau instrumen yang digunakan pada penelitian merupakan alat yang sudah ditentukan dan tertata dengan baik. Instrumen ini biasanya berupa kuisioner, angket, atau survei yang didapatkan dari data massal
  2. Membatasi penelitian dari berbagai kemungkinan lain sehingga proses dan hasilnya tidak fleksibel dan tidak imajinatif
  3. Penelitian kuantitatif biasanya memiliki cakupan yang luas dengan variasi yang kompleks dan sulit untuk diteliti dengan metode lainnya
  4. Pembahasan masalah lebih fokus pada permukaan saja, sehingga biasanya pembahasan pada laporan penelitian tidak mendalam
Baca Juga  Kwitansi Adalah: Sejarah, Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh & Jenisnya

Apa Itu Metode Kualitatif?

Secara sederhana, metode kualitatif adalah metode yang “mendeskripsikan” suatu masalah menggunakan analisis secara langsung atau secara parsial. Biasanya, penelitian ini menggunakan cara – cara deskriptif dengan tidak menekankan sisi statistik dari suatu masalah. Lebih dalam lagi, penelitian kualitatif adalah penelitian ilmiah yang cenderung menunjukkan proses dan makna dari sisi subjektif.

Landasan teori yang tersedia digunakan sebagai titik referensi supaya penelitian kualitatif yang dilakukan sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu, landasan teori juga dimanfaatkan sebagai gambaran umum untuk latar penelitian serta bahan pembahasan pada hasil penelitian.

Perbedaan mendasar dari penggunaan landasan teori terlihat pada penelitian kuantitatif dan penelitian kuantitatif. Jika penelitian kuantitatif menggunakan teori lalu mengolah data yang menghasilkan pembuktian dari teori yang digunakan, penelitian kualitatif berangkat dari data, menggunakan teori yang ada sebagai referensi, lalu menghasilkan teori baru.

Tidak seperti penelitian kuantitatif, objek dari penelitian kualitatif biasanya memiliki jumlah yang terbatas. Penelitian menggunakan metode kualitatif juga bergantung dari penelitinya karena diperlukan analisis yang dalam.

Selain itu, hasil dari penelitian kualitatif bersifat subjektif. Hal ini menyebabkan laporan penelitian kualitatif tidak bisa digeneralisir pada setiap kejadian yang serupa pada waktu dan tempat yang berbeda. Jika hasil dari penelitian kualitatif bertentangan dengan teori dan konsep yang dijadikan sebagai acuan pada penelitian tersebut, bisa saja teori atau konsep baru bisa muncul.

Ciri – Ciri Metode Kualitatif

Metode kualitatif juga memiliki ciri khas sendiri dalam mengolah data, khususnya hasil akhir pada penelitian tersebut. Karena biasanya penelitian kualitatif menggunakan wawancara sebagai metode utama, banyak sekali data yang didapatkan dari kondisi asli suatu masalah. Ciri – ciri metode kualitatif adalah:

  1. Data yang didapat pada penelitian kualitatif merupakan data dari kondisi asli atau alami suatu masalah yang diteliti (natural setting)
  2. Alat atau instrumen utama dari penelitian kualitatif adalah sang peneliti tersebut karena ialah yang mengumpulkan data serta pelaku utama yang terjun langsung saat wawancara
  3. Data yang terkumpul berbentuk deskriptif. Data ini diolah sebagai tulisan pada laporan penelitian
  4. Proses lebih diperhatikan dibanding hasil akhir pada laporan penelitian kualitatif
  5. Latar belakang dari perbuatan yang dilakukan seseorang pada suatu masalah akan dicari maknanya
  6. Menggunakan metode triangulasi data
  7. Rincian kontekstual ditonjolkan pada penelitian kualitatif

Perbedaan Metode Kualitatif dan Kuantitatif

Karena metode penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki perbedaan mendasar, terdapat banyak sekali perbedaan antara keduanya. Dari berbagai sisi, kedua metode ini memang berbeda, namun tidak selamanya perbedaan memiliki arti pertentangan. Beberapa perbedaan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif adalah:

Baca Juga  Roaming Data, Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Mengaktifkan

Desain Penelitian

  • Karena metode kualitatif bersifat umum, fleksibel, dan dinamis, penelitian dapat berkembang selama proses penelitian berlangsung
  • Karena metode kuantitatif bersifat khusus, terperinci, dan statis, jalannya penelitian direncanakan sejak awal dan tidak dapat diubah

Analisis Data

  • Saat penelitian sedang berlangsung, penelitian kualitatif bisa langsung dianalisis
  • Metode kuantitatif hanya dianalisis pada tahap akhir sebelum laporan.

Istilah Subjek Penelitian

  • Subjek penelitian kualitatif disebut dengan narasumber
  • Subjek penelitian kuantitatif disebut dengan responden

Cara Memandang Fakta

  • Cara peneliti mengolah data lapangan menentukan cara pandang fakta dari penelitian kualitatif. Hal ini disebabkan adanya hal – hal yang tidak bisa dijelaskan oleh angka, misalnya perasaan dan pola pikir manusia.
  • Penelitian kuantitatif menjunjung tinggi data yang dihasilkan dari lapangan, apapun yang terjadi di lapangan adalah fakta tersedia. Peneliti tidak bisa bersikap subjektif dalam penelitian kuantitatif.

Pengumpulan Data

  • Penelitian kualitatif lebih berfokus pada masalah yang tidak bisa dijabarkan hanya dengan “ya/tidak” atau “benar/salah” sehingga analisis yang lebih dalam diperlukan pada penelitian kualitatif
  • Penelitian kuantitatif mengolah data yang terkumpul menggunakan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kualitas penelitian kuantitatif ditentukan dari jumlah responden yang terlibat pada penelitian karena semakin banyak responden berarti data yang diperoleh lebih “adil”.

Representasi Data

  • Penelitian kualitatif biasanya menghasilkan laporan deskriptif yang mengandung hasil analisis peneliti dari fenomena yang terjadi
  • Penelitian kuantitatif menghasilkan perhitungan dari sekumpulan data yang didapat dari lapangan. Keabsahan hasil penelitian tergantung dari validitas dan reliabilitas instrumen (angket)

Implikasi Hasil Riset

  • Hasil penelitian kualitatif terbatas pada situasi, tempat, waktu, serta subjek penelitian sehingga hasilnya tidak bisa digeneralisir pada kondisi yang berbeda
  • Penelitian kuantitatif menghasilkan fakta atau teori yang bisa digunakan pada kondisi selain saat penelitian berlangsung

Macam Metode

  • Biasanya, metode kualitatif meliputi studi kasus, fenomenologi, etnografi, sejarah suatu tempat, dan grounded theory
  • Biasanya, metode kualitatif meliputi eksperimen, survei, korelasi, analisis jalur, dan expost facto

Tujuan Penelitian

  • Penelitian kualitatif bertujuan untuk menciptakan pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripsikan realitas serta kompleksitas sosial manusia
  • Penelitian kuantitatif bertujuan untuk menguji teori, menjelaskan hubungan antar variabel, serta menggeneralisir fenomena sosial

Jenis Data

  • Data dari penelitian kualitatif berjenis deskriptif dan eksploratif
  • Data dari penelitian kuantitatif berjenis numerik dan statistik

Penutup

Demikianlah ulasan mengenai metode kualitatif dan metode kuantitatif serta perbedaannya. Jika kalian sedang mengerjakan skripsi atau penelitian, jangan sampai salah dalam menggunakan metode pada penelitian tersebut.

Perbedaan antara kedua metode ini biasanya dijadikan referensi pada suatu penelitian yang menggunakan dua metode ini sekaligus pada satu masalah pokok. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Selamat membaca!