Data Primer Adalah

 

Dalam sebuah penelitian baik itu penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif, data sekunder dan data primer adalah hal atau informasi yang wajib adanya. Dengan data ini, maka kamu bisa melihat gambaran secara luas terkait suatu keadaan yang sedang diteliti.

Seperti yang tadi dikatakan, bahwa data sendiri adalah salah satu komponen yang penting dalam sebuah penelitian. Data tersebut dibagi menjadi dua jenis menurut cara pengambilannya.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas secara lebih mendetail tentang data primer.

Data Primer Adalah..

Definisi-Data-Primer-1

Data primer adalah sumber data penelitian yang didapatkan dari sumber aslinya secara langsung. Untuk mendapatkan informasi, peneliti harus melakukan wawancara langsung kepada narasumber. Ini merupakan hasil observasi dari suatu objek berdasarkan pendapat dari kelompok maupun individu.

Nantinya hasil observasi tersebut akan mempengaruhi hasil pengujian berupa benda. Jika dilihat dari definisi di atas, maka bisa disimpulkan bahwa peneliti memerlukan pengumpulan data dengan metode survei (tanya jawab riset) dan bisa juga dengan metode observasi (penelitian benda).

Kelebihan yang dimiliki oleh data primer adalah, yakni data yang dihasilkan lebih menunjukkan kebenaran berdasar pada apa yang didengar dan dilihat secara langsung oleh para peneliti. Sehingga adanya berbagai unsur kebohongan dari sumber yang tidak valid bisa dihindarkan.

Namun kekurangan dari data primer adalah, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan survei dan observasi relatif lama. Selain itu, bertemu dan melakukan tanya jawab secara langsung dengan narasumber juga memerlukan biaya yang relatif cukup besar.

Karakteristik Data Primer

Karakteristik Data Primer

Setiap data dalam sebuah penelitian tentu saja memiliki ciri khas atau karakteristiknya masing-masing. Untuk data primer sendiri, ada beberapa karakteristik yang tidak dimiliki oleh berbagai data lain. Langsung saja, berikut ini beberapa karakteristik yang dimiliki oleh jenis data primer.

1. Asli dan Faktual

Karakteristik yang pertama dari data primer adalah asli dan faktual, dimana data tersebut diambil sebenar-benarnya melalui sumber yang terpercaya. Pengambilan data juga dilakukan secara langsung, jadi hasil dari metode yang digunakan benar-benar asli tanpa adanya rekayasa.

2. Valid dan Akurat

Masih berhubungan dengan karakteristik data primer yang sebelumnya, survei dan observasi langsung yang dilakukan ini akan menghasilkan data yang sifatnya valid dan akurat. Peneliti juga bisa mendengar jawaban dari narasumber secara langsung tanpa melalui perantara apapun.

3. Butuh Banyak SDM

Seperti yang tadi dikatakan jika metode yang digunakan untuk mengumpulkan data primer adalah survei dan observasi. Hal ini berarti kamu memerlukan banyak sekali sumber daya manusia untuk membuat sebuah data primer yang baik.

4. Biaya yang Besar

Untuk melakukan survei dan observasi pada semua sumber daya manusia yang sudah dikumpulkan, tentunya kamu perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Terutama untuk mengganti biaya yang dikorbankan oleh para narasumber demi mengikuti survei.

5. Waktu yang Lama

Selain biaya yang tidak sedikit, proses pengumpulan data primer ini juga memerlukan waktu yang tidak sebentar. Terlebih lagi jika ada banyak narasumber yang berpartisipasi dalam proses pengumpulan data, maka waktu yang dibutuhkan untuk membuat data primer lebih lama lagi.

Perbedaan Data Primer dan Data Sekunder

Walaupun sudah membaca beberapa karakteristik dari data primer seperti di atas, namun masih saja ada yang bingung bedanya data primer dengan data sekunder. Jika kamu juga masih bingung, langsung saja simak perbedaan data primer dan data sekunder yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Konsep

Konsep-1

Sebenarnya perbedaan dari data primer dan data sekunder ini sudah bisa dipahami dari konsep. Untuk data primer adalah data mentah atau yang dikumpulkan dengan cara pengambilan data secara langsung di lapangan.

Sedangkan untuk data sekunder adalah berbagai data yang digunakan oleh peneliti untuk melengkapi data yang sebelumnya. Data sekunder ini diperoleh dari jurnal, laporan, buku, hingga situs di internet. Jadi dalam konsep awal saja, kedua data penelitian tersebut sudah memiliki perbedaan yang signifikan.

2. Sifat

Sifat

Untuk data primer, sifatnya lebih mengacu pada data yang terus berkembang setiap waktunya atau yang sering disebut dengan real-time. Walaupun akurat dan terpercaya, namun data primer ini tidak bisa digunakan untuk waktu mendatang terutama setelah adanya perubahan.

Sedangkan untuk data sekunder, biasanya berhubungan dengan data-data yang ada di masa lalu. Jadi sifat dari jenis data penelitian yang satu ini tetap. Kamu tetap bisa menggunakannya kapan saja, karena tidak ada batasan waktu.

Baca juga: Teknik Analisis Data

3. Proses Pengumpulan

Proses Pengumpulan

Data primer dikumpulkan dengan melibatkan peneliti bersama dengan para partisipasi aktif. Proses pengumpulan dari data primer ini biasanya melalui beberapa kegiatan seperti observasi, survei, kuesioner, wawancara, dan media lain di lapangan.

Sementara untuk data sekunder, proses pengumpulannya cenderung lebih cepat dan mudah untuk dilakukan. Peneliti hanya perlu memanfaatkan berbagai data yang bisa didapatkan dari beberapa sumber seperti internet, buka, jurnal, dan lain sebagainya.

4. Spesifikasi

Spesifikasi

Kemudian untuk spesifikasi, data primer selalu spesifik dalam menyesuaikan dengan berbagai kebutuhan dari peneliti. Biasanya data primer ini bisa menentukan atau mengontrol kualitas dari hasil penelitian di akhir. Hal ini berhubungan dengan keaslian dari data primer yang tidak bisa dipalsukan.

Sebaliknya, untuk data sekunder ini tidak terlalu spesifik bagi kebutuhan peneliti. Data sekunder ini juga tidak mempunyai kendali apapun untuk menentukan kualitas data. Hanya sebagai data tambahan untuk melengkapi data yang sudah ada sebelumnya.

Dengan ini, maka penggabungan antara data primer dan data sekunder akan membuat peneliti mampu mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Pengamatan akan bisa dilakukan secara lebih luas jika informasi yang didapatkan semakin banyak.

5. Bentuk

Bentuk

Bentuk dari data primer dan data sekunder tentu saja juga berbeda. Biasanya data primer tersedia dalam bentuk yang belum diolah. Jadi data primer ini masih benar-benar mentah dan belum ada penyempurnaan sama sekali.

Sedangkan untuk data sekunder, pada umumnya berbentuk data yang sudah disusun dan juga diolah. Hal ini membuat hasil dari data tersebut lebih sempurna dan rapi. Walaupun begitu, tidak jarang jika data sekunder ini didapatkan dari data primer yang sebelumnya sudah diolah dengan metode statistik.

6. Akurasi

Akurasi

Nah, perbedaan dari data primer dan data sekunder yang terakhir ada pada tingkat akurasinya. Dalam kemampuan akurasi, bisa dibilang jika tingkat keakuratan dari data primer jauh lebih tinggi. Ini karena data primer dikumpulkan dari data asli yang ada di lapangan.

Sementara untuk data sekunder, relatif kurang akurat karena sudah mengalami beberapa tahapan analisis atau pengolahan terlebih dahulu. Dengan ini, maka data primer sering menjadi data pokok yang bisa diandalkan.

Baca juga: Apa Itu Stakeholder

Namun keberadaan dari data sekunder juga tidak bisa dikesampingkan begitu saja, karena data ini akan melengkapi data penelitian. Data sekunder juga bisa memberi sudut pandang baru mengenai objek pengamatan. Jadi, kedua data tersebut memiliki kekuatan dan peranan yang penting.