Rumus Excel Lengkap

Apakah mengetahui rumus Excel lengkap itu penting? Tentu saja penting untuk mempermudah pekerjaan, hasilnya pun lebih akurat daripada hitung manual. Dengan mengetahui rumus Excel lengkap, pekerjaan lebih ringan, cepat dan efektif.

Banyak lowongan pekerjaan yang mengharuskan si pelamar menguasai ms. Excel. Jadi, memahami rumus Excel lengkap akan mempermudah kamu yang sedang mencari pekerjaan. Yuk, bisa dibaca beberapa macam rumus excel yang akan kami bahas di bawah.

Macam-macam Rumus Excel Lengkap dan Fungsinya

Di bawah ini kami akan membahas rumus Excel lengkap dengan gaya bahasa sesimple mungkin agar lebih mudah dipahami. Ada baiknya ketika membaca artikel ini kamu sambil buka ms. Excel dan praktekkan langsung satu-satu, selamat mencoba!

1. SUM

SUM

Rumus yang dipakai untuk penjumlahan, menjumlahkan angka dari sel satu ke sel lainnya.

Contoh :

Bila kamu membutuhkan data nilai dari hasil penjumlahan sel A2 sampai A4, maka kamu cukup menggunakan rumus =SUM(A2:A4)

=SUM(A2:A4)

2. COUNT

COUNT

Rumus yang satu ini dipakai untuk menghitung ada berapa banyak sel yang berisi angka. Jadi, sel yang kosong atau berisi huruf dll selain angka, tidak akan dihitungnya.

Contoh :

Bila kamu ingin menghitung berapa jumlah kolom yang berisi angka dari sel A1 sampai H1 maka bisa menggunakan rumus count.

=COUNT(A1:H1)

3. COUNTA

COUNTA

Fungsi rumus ini hampir mirip dengan rumus Count. Bedanya bila count menghitung jumlah kolom yang berisi angka saja, Counta ini menghitung semua kolom yang ada isinya termasuk huruf.

Contoh :

Bila kamu ingin tahu berapa jumlah kolom yang tidak kosong dari Sel A1 sampai H1, maka bisa menggunakan rumus ini.

=COUNTA(A1:H1)

4. AVERAGE

AVERAGE

Rumus ini memiliki fungsi sama dengan namanya average atau rata-rata. Average akan menghitung jumlah rata-rata dari sel-sel yang kita inginkan.

Contoh :

Bila kamu ingin menghitung nilai rata-rata dari sel A2 sampai A6 maka gunakan rumus average.

=AVERAGE(A2:A6)

5. IF

IF

Rumus ini memang terlihat rumit, tapi sangat penting adanya. Rumus yang satu ini bisa mengenali data berdasar logika tertentu biasanya biasanya berbentuk benar atau salah.

Contoh :

Bila kamu ingin mengetahui data apakah sel A1 lebih besar atau lebih kecil dari sel B1, maka gunakan rumus If ini. Bila lebih besar kamu ingin yang muncul kata benar dan jika salah kamu ingin yang muncul kata salah, maka rumusnya :

=IF(A2>B2;”Benar”;”Salah”)

6. MAX & MIN

MAX & MIN

Sama seperti namanya rumus ini memiliki fungsi untuk mencari nilai tertinggi dan terendah dalam suatu data.

Contoh 1 :

Misal kamu ingin mencari nilai tertinggi dari sel A2 sampai A6 maka kamu bisa menggunakan rumus Max.

=MAX(A2:A6)

Contoh 2 :

Bila kamu ingin mencari nilai terkecil dari sel A2 sampai A6 maka kamu harus menggunakan rumus Min.

=MIN(A2:A6)

7. TRIM

TRIM

Pasti kalian pernah mengalami kesulitan memproses data karena adanya spasi berlebih yang menimbulkan eror? Itulah kegunaan rumus Trim, rumus ini berfungsi menghapus spasi berlebih dalam sel.

Catatan :

Wajib diingat jika rumus ini hanya dapat digunakan di dalam satu sel saja sehingga tidak dapat digunakan atau diaplikasikan di dalam beberapa sel sekaligus. Atau jika ingin menggunakan dalam beberapa sel, maka rumus harus ditulis satu persatu.

=TRIM(A1)

Simak juga: Cara Menambahkan Rp di Excel

8. AND

AND

Rumus ini hamper mirip dengan IF, keduanya sama-sama fungsi logika. Dengan rumus ini kamu bisa tahu apakah isi dalam sel benar atau salah.

Contoh :

Bila kamu ingin mengetahui apakah angka yang ada dalam sel A1 nilainya lebih dari 50 dan kurang dari 100, maka rumusnya :

=AND(A1>50;A1<100)

Jika hasilnya menunjukan tulisan TRUE maka angkanya memenuhi kriteria, bila yang keluar tulisan FALSE maka angka tidak memenuhi kriteria.

9. OR

OR

Hampir mirip dengan rumus AND, rumus yang satu ini juga memiliki fungsi mencari tahu apakah angka yang ada dalam suatu sel benar atau salah. Perbedaanya rumus AND mengharuskan angka memenuhi semua kriteria agar dikatakan TRUE, sedang OR cukup memenuhi satu kriteria.

Contoh :

Apabila kamu ingin mengetahui apakah nilai A1 memenuhi salah satu kriteria kurang dari 50 atau mungkin lebih besar dari 100. Maka kamu bisa menggunakan rumus berikut :

=OR(A1<50;A1>100)

Nanti jika nilainya memenuhi salah satu criteria maka akan keluar tulisan TRUE.

10. NOT

NOT

Rumus yang ini justru kebalikannya dari kedua rumus di atas Or dan And. Tulisan TRUE keluar ketika angkanya tidak sesuai kriteria.

Contoh :

Bila kamu ingin mengetahui apakah nilai A1 tidak lebih atau kurang dari 50, maka kamu bisa menggunakan rumus NOT.

=NOT(A1>50)

Bila hasil A1 kurang dari 50 maka hasilnya TRUE, sebaliknya bila lebih maka hasilnya FALSE.

11. LEN

LEN

Rumus yang satu ini memiliki fungsi menghitung jumlah karakter dalam satu sel, termasuk di antaranya titik, spasi dan koma.

Catatan :

Sama seperti rumus TRIM, rumus ini hanya bisa diaplikasikan satu sel tak bisa diaplikasikan di beberapa sel sekaligus.

=LEN(A1)

12. AREAS

AREAS

Bila kamu ingin menghitung jumlah area maka rumus ini cocok. Rumus Areas ini memiliki fungsi menghitung area jadi yang diseleksi.

Contoh :

Bila kamu ingin menghitung jumlah area dari A2 sampai C6 maka gunakan rumus ini :

=AREAS(A2:C6)

13. VLOOKUP

VLOOKUP

Rumus yang satu ini memang terlihat rumit, tapi jika kamu pandai menggunakannya maka akan sangat mempercepat pekerjaan. Rumus ini memiliki fungsi untuk menghitung semua data yang disusun vertikal.

Rumus yang satu ini memang sedikit beda dari yang lain, susunan atau struktur rumusnya ada 4 bagian :

=VLOOKUP(Lookup-value;Table-array;Col-index-num;Range-lookup)

Penjelasan :

  • Lookup value : nilai yang menjadi kunci untuk cari data
  • Table array : table yang diambil datanya dan akan dicari berdasar lookup value
  • Col index num : nomor yang ada pada table array yang akan kita ambil datanya
  • Range lookup : diisi dengan TRUE atau FALSE, tujuannya agar kita bisa menentukan apakah ingin hasil yang sama persis atau hanya mendekati. Ini opsional bisa diisi bisa juga kosong.

True : digunakan untuk mendapatkan lookup value pada table array dengan hasil yang sama persis atau mendekati

False : hanya akan menemukan hasil yang sama persis, bila tidak menemukan yang sama persis maka akan keluar kata eror

14. HLOOKUP

HLOOKUP

Rumus ini hamper mirip dengan Vlookup, sama rumitnya dan memiliki 4 bagian struktur rumus juga. Bedanya bila Vlookup menghitung data yang berbentuk vertikal, Hlookup menghitung data yang berbentuk horizontal.

Urutan rumus Hlookup :

=HLOOKUP(Lookup-value;Table-array;Row-index-num;Range-lookup)

Penjelasannya :

Rumus lainnya sudah dijelaskan sama dengan vlookup bedanya hanya di row index num

Row index num : urutan baris yang akan dilihat

Simak juga: Rumus SUMIFS Excel

Bagaimana, lumayan rumit bukan mempelajari rumus Vlookup, Hlookup dari rumus Excel lainnya? Masih ada beberapa lagi rumus Excel yang belum kami bahas. Tetap pelajari rumus excel lengkap di beberapa artikel kami lainnya untuk memperkuat kemampuan ms. Excel kamu.